Samsung mempertahankan statusnya sebagai produsen ponsel cerdas terbesar di dunia pada kuartal pertama tahun 2026, meskipun ada penurunan produksi ponsel secara global akibat kenaikan biaya komponen.
Sam Mobile pada Rabu (10/6) mengutip laporan dari lembaga riset TrendForce yang menyatakan bahwa produksi ponsel cerdas secara global turun sebesar 1,7 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama.
Turunnya produksi ponsel cerdas dalam jangka waktu itu disebabkan oleh lonjakan harga chip memori pada paruh kedua 2025, yang memaksa produsen untuk menaikkan harga perangkat mereka.
Walaupun situasi pasar sedang tidak menguntungkan, Samsung menurut laporan TrendForce memproduksi sekitar 62,6 juta unit ponsel pada kuartal pertama tahun 2026.
Produksi ponsel cerdas Samsung pada kuartal pertama 2026 dilaporkan meningkat 7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan juga naik 2,3 persen dari tahun 2025 pada periode yang sama.
Peningkatan produksi Samsung ini sebagian besar didorong oleh upaya perusahaan untuk mempersiapkan stok menjelang peluncuran ponsel seri Galaxy S26.
Apple menempati urutan kedua pada kuartal pertama tahun 2026 dengan memproduksi sekitar 60,2 juta unit ponsel, mengalami kenaikan 19,7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya berkat peluncuran iPhone 17e.
TrendForce memperkirakan bahwa produksi ponsel cerdas di seluruh dunia akan mengalami penurunan yang signifikan sepanjang tahun 2026 akibat kenaikan harga komponen.
Total produksi ponsel cerdas di tahun 2026 diperkirakan akan mencapai 1,051 miliar unit, atau turun 16,2 persen dibandingkan dengan tahun 2025.
TrendForce juga menyampaikan bahwa jumlah produksi dapat turun lebih jauh jika harga komponen terus meningkat sepanjang tahun ini.
Lembaga riset tersebut menilai bahwa Samsung berada pada posisi yang lebih kuat dibandingkan pesaing-pesaingnya dalam menghadapi tekanan biaya.
Sebagai bagian dari konglomerat besar, Samsung dianggap memiliki tekanan keuangan yang lebih rendah.
Selain itu, keberadaan portofolio produk premium yang lebih beragam membantu perusahaan dalam mempertahankan margin keuntungan.
Namun demikian, perhatian perlu diberikan kepada ponsel kelas bawah, karena produk dalam kategori ini merupakan penyumbang terbesar dalam penjualan di pasar global.
Baca juga: iPhone 17 menjadi ponsel terlaris di dunia pada kuartal pertama 2026.

