Perusahaan otomotif dari Amerika Serikat, Tesla, telah secara resmi mengonfirmasi bahwa sistem Full Self-Driving (FSD) Supervised sekarang mendukung pasar Tiongkok.
Pengumuman ini dipublikasikan melalui akun resmi X milik Tesla yang menunjukkan desain global terbaru FSD dan secara jelas menyebutkan bahwa sistem ini kompatibel dengan wilayah Tiongkok.
Namun, Tesla masih belum memberikan rincian tentang kapan perangkat lunak tersebut akan diluncurkan bagi para konsumen setempat.
Sebelumnya, CEO Elon Musk mengungkapkan bahwa Tesla akan mengubah sistem FSD di Amerika Serikat menjadi model berlangganan dengan biaya 99 dolar AS (Rp1,7 juta) per bulan, yang disertai dengan uji coba gratis selama 30 hari.
Di sisi lain, di Tiongkok, Tesla masih mempertahankan pilihan pembelian paket “Full Self-Driving” secara tunggal dengan harga 64. 000 yuan, setara dengan sekitar Rp166 juta.
Dilaporkan oleh Carnewschina pada Kamis waktu setempat, Tesla diketahui sedang merekrut teknisi uji Autopilot di sembilan kota besar seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Shenzhen, Chengdu, hingga Wuhan untuk melakukan pemeriksaan jalan raya secara langsung.
Kepala Keuangan Tesla mengungkapkan bahwa perusahaan tengah berkolaborasi dengan pihak berwenang di China untuk mendapatkan persetujuan penuh FSD pada kuartal ketiga tahun 2026.
Tesla Tiongkok juga telah memperbarui buku manual kendaraan ke versi 2026. 14, yang kini mencakup pengenalan lengkap FSD V14.
Secara teknologi, Tesla telah mulai meluncurkan FSD V14. 3. 3 di pasar internasional.
Sistem ini diklaim memiliki kemampuan penilaian ruang yang lebih akurat serta pengenalan rambu lalu lintas yang ditingkatkan.
Sementara persiapan untuk peluncuran FSD berlangsung, penjualan Tesla di Tiongkok pada April 2026 tercatat sebanyak 25. 956 unit, mengalami penurunan 9,7 persen dibandingkan tahun lalu dan turun 53,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Dari total penjualan tersebut, Model Y berkontribusi sebanyak 22. 990 unit dan menjadi model terlaris ketiga di Tiongkok pada bulan tersebut.

