Jaksa di AS meneliti OpenAI mengenai pengelolaan data pengguna

Jaksa di AS meneliti OpenAI mengenai pengelolaan data pengguna

OpenAI kini berada di tengah penyelidikan oleh koalisi jaksa penuntut umum dari beberapa negara bagian di Amerika Serikat mengenai aktivitas bisnisnya, pengelolaan data pengguna, dan dampak dari layanan kecerdasan buatan yang mereka kembangkan.

Dilansir dari Engadget pada Sabtu (13/6) waktu setempat, perusahaan teknologi tersebut menerima panggilan resmi pada Jumat (12/6) yang meminta OpenAI untuk menyerahkan beragam informasi dan dokumen seputar operasional mereka.

Dalam penyelidikan itu, para jaksa meminta penjelasan terkait sistem periklanan yang digunakan, strategi perusahaan dalam menarik dan mempertahankan pengguna, serta pengelolaan data pribadi dan informasi kesehatan para pengguna. Mereka juga menyoroti penggunaan layanan OpenAI oleh anak-anak dan orang lanjut usia, pengembangan model pembelajaran dalam, kebijakan perusahaan, serta kecenderungan model AI untuk memberikan respons yang terlalu setuju atau mengikuti keinginan penggunanya.

Menanggapi hal ini, juru bicara OpenAI menyatakan bahwa perusahaan sangat serius menanggapi kekhawatiran yang diungkap oleh para jaksa penuntut umum. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya mengembangkan AI yang aman dan bertanggung jawab untuk masyarakat.

“Kami memperhatikan serius kekhawatiran dari para jaksa agung negara bagian dan berencana untuk berkomunikasi dengan cara yang konstruktif dengan kantor mereka,” ujar perusahaan.

Tidak jelas apa alasan pasti di balik penyelidikan tersebut. Namun, perusahaan pengembang AI telah menjadi fokus perhatian pengatur di berbagai negara bagian AS selama beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2025, sebanyak 44 jaksa penuntut umum dari berbagai negara bagian mengirimkan surat kepada Meta, Google, Apple, Microsoft, OpenAI, Anthropic, Perplexity AI, dan xAI untuk meminta perusahaan-perusahaan tersebut meningkatkan perlindungan bagi anak-anak dari interaksi dengan chatbot yang dianggap tidak layak dan berpotensi berbahaya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *