Dunia sekarang menghadapi tantangan serius akibat perubahan iklim, ditambah lonjakan tajam harga Bahan Bakar Minyak karena konflik di Timur Tengah, sehingga banyak pemilik kendaraan mencari pilihan mobil yang lebih dari sekadar hemat bahan bakar. PT. Chery Sales Indonesia (CSI) telah meluncurkan teknologi hybrid, Chery Super Hybrid (CSH), yang bertujuan untuk mengubah cara pandang terhadap kendaraan yang ramah lingkungan.
Biaya operasional kendaraan menjadi salah satu fokus utama bagi banyak keluarga di Indonesia.
Pengeluaran untuk bahan bakar, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jauh, semakin membebani keuangan rumah tangga. Dengan demikian, dalam situasi ini, efisiensi menjadi suatu keharusan yang berpengaruh langsung pada perencanaan keuangan pengguna. Berkat teknologi CSH, salah satu produk unggulan Chery, yaitu TIGGO 8 CSH, menawarkan penghematan hingga 50 persen lebih banyak dibandingkan dengan mobil konvensional sekelasnya. “Chery Super Hybrid adalah inovasi terdepan, terutama di segmen hybrid. Teknologi ini menawarkan performa yang lebih kuat dan efisiensi energi yang jauh lebih baik dibandingkan dengan hybrid konvensional,” ungkap Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director PT Chery Sales Indonesia. Chery Super Hybrid (CSH) adalah teknologi kendaraan energi baru (NEV) terbaru yang menggabungkan keunggulan Super Hybrid Electric Vehicle (Super HEV) dan Electric Vehicle (EV). Kombinasi ini memberikan performa serta efisiensi energi terbaik di kelasnya. Bahkan, capaian ini telah tercatat dalam Guinness World Records. CSH dapat menempuh jarak 2. 369 km tanpa perlu mengisi ulang energi atau bahan bakar.
Teknologi ini didukung oleh mesin canggih dengan torsi mencapai 920 Nm dan akselerasi dari 0-100 km/jam dalam waktu 5,4 detik (pada penggunaan di Tiggo 9 AWD), dan terbukti mampu melakukan perjalanan sejauh 1. 186 km dari Jakarta ke Bali tanpa perlu mengisi ulang daya atau bahan bakar (pada Tiggo 8). CSH juga dirancang dengan sistem keamanan anti-stalling untuk mencegah mati mendadak pada kecepatan tinggi,” jelas Budi. Dari hasil pengujian dengan pola pemakaian bulanan sejauh 1. 200 km, TIGGO 8 CSH dalam sistem PHEV mampu menempuh jarak 900 km dengan mode EV (total 184 kWh) dan 300 km menggunakan bahan bakar bensin dengan efisiensi konsumsi 19 km per liter (total BBM 15,8 liter).
Teknologi PHEV jelas lebih efisien dibandingkan BBM karena hanya menggunakan seperempat jarak. Konsumsi listriknya setara dengan sekitar 4,9 km per kWh, yang tergolong cukup hemat untuk SUV berukuran besar. Total biaya untuk pengisian listrik dan bensin untuk jarak 1. 200 km hanya Rp506. 499. Jika dibandingkan dengan mobil konvensional di kelas yang sama, penghematan biaya bisa mencapai 50 persen. Sebagai solusi utama, teknologi CSH dirancang untuk menyediakan efisiensi tinggi secara menyeluruh melalui pendekatan teknologi. Ditenagai mesin hybrid generasi terbaru ACTECO 1. 5TGDI dengan efisiensi termal 44,5 persen, dan didukung oleh sistem transmisi DHT yang memiliki efisiensi hingga 98,5 persen.
Selain Tiggo 8 CSH, Chery juga menawarkan TIGGO 9 CSH yang memberikan solusi efisiensi konsumsi bahan bakar. Salah satu pengalaman menggunakan TIGGO 9 CSH datang dari seorang konsumen yang telah merasakan performanya saat melakukan perjalanan jauh saat mudik. Efisiensi tersebut didukung oleh kemampuan sistem untuk beradaptasi secara otomatis antara mode EV murni dan HEV, menyesuaikan dengan kondisi berkendara secara real-time. Hal ini untuk memastikan penggunaan energi tetap optimal dalam berbagai situasi.
Selain itu, fitur V2L (Vehicle-to-Load) menambah pengalaman pengguna dengan memberikan kemudahan dalam pemanfaatan energi, baik untuk keperluan harian maupun kegiatan di luar ruangan. Melalui inovasi ini, Chery menawarkan solusi berkendara di masa depan yang tidak hanya efektif dan bertenaga, tetapi juga nyaman dan ramah lingkungan — menjadikan CSH sebagai pilihan lengkap untuk konsumen modern yang menginginkan lebih dari sekadar kinerja. Dengan pendekatan yang menyeluruh ini, Chery Super Hybrid siap menjadi yang terdepan dalam peralihan menuju mobilitas yang lebih cerdas, hijau, dan responsif terhadap tuntutan zaman.

