Samsung dan LG telah dipastikan akan menjadi penyedia panel OLED untuk ponsel terbaru dari Apple, yakni iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, yang dijadwalkan diluncurkan pada semester kedua tahun ini.
Menurut laporan Sam Mobile pada hari Jumat (8/5) waktu setempat, kedua perusahaan tersebut akan memproduksi panel OLED yang menggunakan teknologi Low-Temperature Polycrystalline Oxide Plus (LTPO+) yang dapat meningkatkan efisiensi energi dan mendukung refresh rate yang adaptif.
Teknologi ini memanfaatkan material oksida tidak hanya pada switching TFT tetapi juga pada driving TFT yang memungkinkan pengaturan aliran listrik ke lapisan OLED menjadi lebih akurat dalam memproduksi cahaya. Penerapan teknologi ini merupakan langkah maju dibandingkan dengan panel LTPO yang digunakan pada iPhone 17 dan iPhone 17 Pro.
Di sisi lain, BOE Technology Group yang berasal dari China dilaporkan gagal memenuhi standar produksi panel LTPO+ OLED untuk Apple baik dari segi kualitas maupun jumlah untuk seri iPhone 18 Pro. Sebelumnya, BOE pernah menyediakan panel OLED untuk beberapa model dalam seri iPhone 17.
Sementara itu, Samsung berhasil meningkatkan kapasitas produksinya sebesar 10 hingga 15 persen dibandingkan dengan semester pertama 2025, yang membantu mereka memenuhi permintaan dari Apple.
Sebagai hasilnya, BOE dilaporkan tidak terlibat dalam rantai pasokan iPhone 18 Pro, sementara Samsung dan LG mendapatkan keuntungan akibat tingginya permintaan Apple terhadap komponen layar itu.
Diperkirakan, Samsung akan menyuplai sekitar 146 juta panel OLED untuk Apple, sedangkan LG diperkirakan akan memasok lebih dari 82 juta unit.
Namun demikian, BOE masih akan berperan sebagai pemasok panel OLED untuk model iPhone yang lebih lama dan varian non-premium seperti iPhone 14, iPhone 15, iPhone 16e, iPhone 16, iPhone 17e, dan iPhone 17.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa kesenjangan teknologi antara kedua produsen layar dari Korea Selatan dan BOE semakin melebar sejak Apple mulai menggunakan layar LTPO pada model dasar iPhone 17. Meskipun BOE dinilai memiliki kemampuan untuk memproduksi panel LTPO, kapasitas produksinya belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Apple.

