Pengadaan motor listrik untuk inisiatif makanan bergizi gratis (MBG) menarik perhatian banyak pihak. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memberi perhatian khusus pada pembelian motor listrik untuk program MBG.
Sebagaimana dilaporkan oleh Antara, KPK menyampaikan perhatian terkait pengadaan sebanyak 25. 644 unit sepeda motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Tentu saja KPK memperhatikan hal tersebut,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Budi menjelaskan bahwa perhatian KPK terhadap motor listrik MBG disebabkan karena pengadaan barang dan jasa merupakan area yang rentan terhadap korupsi. Korupsi dapat terjadi di berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga akuntabilitas.
“Apakah dari tahap awal, perencanaan tersebut sudah mencakup analisis kebutuhan, sehingga bisa menentukan spesifikasi kendaraan yang diperlukan? ” katanya.
“Dan mengenai kebutuhan itu, apakah tersebar merata? Maksudnya, apakah kendaraan dengan spesifikasi tersebut diperlukan di semua lokasi dengan proporsi yang sama? ” dia menambahkan.
Pemilihan merek motor listrik Emmo juga menjadi perhatian publik. Hal ini disebabkan karena merek ini masih relatif baru. Bahkan, dealer untuk motor ini belum sepenuhnya dibangun.
“Dalam konteks pengadaan barang dan jasa, perlu dilihat mengapa vendor tertentu bisa memenangkan tender. Pasti ada alasan-alasan yang mengemuka dalam proses pengadaan itu. Itulah yang nantinya harus dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Budi.
Dikabarkan, motor listrik ini disiapkan untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor ini merupakan bagian dari rencana anggaran yang dirancang pada tahun 2025 lalu dan ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala SPPG.
Terdapat puluhan ribu motor listrik yang akan disiapkan untuk Kepala SPPG oleh BGN. Informasi mengenai 70. 000 unit motor listrik ternyata tidak akurat. Jumlah motor listrik yang disiapkan adalah sekitar 20 ribu unit.
“Informasi tentang 70. 000 unit itu tidak benar. Total realisasi motor listrik adalah 21. 801 unit dari 25. 000 unit yang dipesan untuk tahun 2025,” jelas Dadan.

