Mobil listrik kini bukan hanya tren, tetapi telah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Indonesia. Dengan kenaikan harga bahan bakar dan meningkatnya kesadaran akan isu lingkungan, semakin banyak individu yang berminat untuk beralih ke kendaraan listrik. Menurut data dari Gaikindo, penjualan mobil listrik di tanah air mengalami lonjakan lebih dari 480% pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Selain itu, pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan insentif pajak dan PPN untuk mobil listrik guna mempercepat proses adopsinya. Namun, dengan banyaknya pilihan mobil listrik yang tersedia di pasar, Anda mungkin penasaran kendaraan listrik mana yang paling sesuai untuk Anda.
Artikel ini akan mengulas 5 rekomendasi mobil listrik terbaik di Indonesia berdasarkan faktor-faktor seperti popularitas, efisiensi, harga, dan layanan purna jual. Namun sebelum melanjutkan ke daftar tersebut, penting bagi Anda untuk memahami nilai memiliki asuransi yang sesuai untuk mobil listrik.
1. Wuling Air EV
Wuling Air EV menjadi pionir mobil listrik terjangkau di Indonesia. Dengan desain mungil dan futuristik, mobil ini sangat cocok untuk penggunaan harian di perkotaan. Interiornya minimalis tapi modern, dan sudah dilengkapi dengan fitur voice command berbahasa Indonesia.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Harga OTR Jakarta | Rp 206 juta – Rp 299 juta |
| Jarak Tempuh | 200 – 300 km per pengisian |
| Kapasitas Baterai | 17,3 kWh – 26,7 kWh |
| Pengisian Daya | AC charging (tidak mendukung fast charging) |
| Produksi | Dirakit lokal (Cikarang, Jawa Barat) |
| Varian | Standard Range & Long Range |
Catatan: Data harga dan jarak tempuh bersifat estimasi berdasarkan spesifikasi resmi dan dapat berubah tergantung varian dan lokasi pembelian.
Keunggulan Wuling Air EV:
- Ukuran kompak, cocok untuk jalanan sempit
- Biaya perawatan rendah
- Jaringan servis Wuling luas dan tersebar di berbagai kota besar
Dalam setahun pertama, Wuling Air EV berhasil mencetak penjualan sebanyak 10.031 unit hingga Agustus 2023, menjadikannya salah satu EV terlaris di Indonesia.
2. Hyundai Ioniq 5

Hyundai Ioniq 5 adalah EV lokal dengan tampilan futuristik dan teknologi terkini. Dengan fitur fast charging dan desain interior yang lapang, mobil ini menjadi pilihan premium yang tetap praktis untuk keluarga Indonesia.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Harga OTR Jakarta | Rp748 juta – Rp859 juta |
| Jarak Tempuh | Hingga 451 km per pengisian |
| Kapasitas Baterai | 58 kWh – 72,6 kWh |
| Pengisian Daya | DC fast charging (10–80% dalam 18 menit) |
| Produksi | Dirakit lokal (Cikarang, Hyundai Motor MFG) |
| Varian | Prime Standard, Prime Long, Signature |
Catatan: Informasi dapat berbeda tergantung varian dan wilayah. Harga dapat berubah sesuai insentif PPN atau promo dealer.
Keunggulan Hyundai Ioniq 5:
- Desain stand out dan aerodinamis
- Kapasitas baterai besar untuk perjalanan jauh
- Dilengkapi fitur ADAS (Advanced Driver Assistance System)
Sepanjang tahun 2023, Hyundai Ioniq 5 mencatat penjualan sebesar 7.120 unit, menjadikannya mobil listrik terlaris di Indonesia.
3. Geely EX5

Geely EX5 menjadi salah satu pendatang baru yang langsung menarik perhatian di pasar EV Indonesia. Dengan desain SUV modern, fitur canggih berbasis AI, dan harga yang kompetitif di kelasnya, EX5 cocok untuk pengguna yang mencari kombinasi teknologi, kenyamanan, dan efisiensi.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Harga OTR Jakarta | Rp 465 juta – Rp 515 juta |
| Jarak Tempuh | Hingga 470 km per pengisian |
| Kapasitas Baterai | 52 kWh – 62 kWh (tergantung varian) |
| Pengisian Daya | DC fast charging hingga 70 kW |
| Produksi | Dirakit lokal mulai Q3 2025 (Purwakarta) |
| Varian | Pro & Max |
Catatan: Data harga berdasarkan estimasi OTR Jakarta. Jarak tempuh dapat berbeda tergantung varian dan kondisi jalan.
Keunggulan Geely EX5:
- Desain SUV modern yang lapang dan cocok untuk keluarga
- Dilengkapi AI Voice Assistant & sistem hiburan canggih
- Fitur keselamatan aktif: ADAS, 360° Camera, Smart Cruise
- Interior premium dengan panel digital dan ambient light
Sejak peluncurannya di IIMS 2025, Geely EX5 telah mencatat lebih dari 1.000 pemesanan unit di Indonesia dan mulai diserahkan ke konsumen sejak pertengahan 2025.
4. BYD Atto 3

BYD Atto 3 kini menjadi salah satu andalan di lini EV BYD di Indonesia. Dengan performa, desain, dan fitur lengkap, mobil ini cocok untuk pengguna yang mencari SUV listrik kompak dengan nilai jual tinggi.
Catatan: Harga dan spesifikasi bisa berbeda tergantung kota dan promosi dealer.
Keunggulan BYD Atto 3:
- Fitur lengkap dan desain futuristik
- Battery Blade khas BYD yang lebih aman dan tahan lama
- Kapasitas baterai besar dan jarak tempuh yang kompetitif
- Sudah punya jaringan after sales BYD Indonesia untuk dukungan servis
Pada 2024, BYD Atto 3 berhasil mencetak 3.291 unit terjual dan menjadi salah satu model EV yang cukup kompetitif di pasar Indonesia. Lebih luas lagi, BYD sebagai merek berhasil meraih pangsa pasar 36% di segmen EV dengan total penjualan 15.433 unit sepanjang 2024 di Indonesia
5. DFSK Series E1
Seres E1 adalah alternatif terjangkau bagi Anda yang ingin EV mungil dengan harga sangat kompetitif. Cocok untuk penggunaan dalam kota, dengan desain stylish dan cukup fitur.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Harga OTR Jakarta | Rp 189 juta – Rp 219 juta |
| Jarak Tempuh | 180 – 220 km per pengisian |
| Kapasitas Baterai | 13,8 kWh – 16,8 kWh |
| Pengisian Daya | AC Charging (tanpa fast charging) |
| Produksi | CBU dari Tiongkok |
| Varian | Lite & L |
Catatan: Harga dapat bervariasi antar dealer. Cek ketersediaan dan spesifikasi varian secara langsung.
Keunggulan DFSK Series E1:
- Harga entry-level paling terjangkau
- Cocok untuk penggunaan harian di kota padat
- Tampilan modern dan fitur cukup lengkap
DFSK Seres E1 mulai mendapatkan perhatian setelah GIIAS 2023, dan selama PEVS 2024 berhasil mencatat penjualan 103 unit, angka yang menunjukkan potensi meningkatnya permintaan.
Berapa Biaya Kepemilikan Mobil Listrik di Indonesia?
Tertarik punya mobil listrik tapi masih bingung soal biaya hariannya? Anda tidak sendiri. Banyak orang penasaran apakah EV benar-benar lebih hemat daripada mobil konvensional. Yuk, kita kupas satu per satu biayanya.
1. Biaya Charging: Rumah vs SPKLU
Salah satu keuntungan terbesar mobil listrik adalah biaya operasional harian yang jauh lebih rendah.
| Metode Charging | Estimasi Biaya per Full Charge | Jarak Tempuh | Estimasi Biaya per Km |
|---|---|---|---|
| Charging di Rumah | Rp 50.000 – Rp 70.000 | 300 – 400 km | Rp 125 – Rp 230/km |
| SPKLU (Umum) | Rp 75.000 – Rp 120.000 | 300 – 400 km | Rp 190 – Rp 300/km |
Catatan: Simulasi berdasarkan daya 2.200 VA – 7.700 VA dan tarif PLN per Oktober 2025.
Sebagai perbandingan, mobil bensin dengan konsumsi 12 km/liter dan harga BBM Rp 14.000/liter menghasilkan biaya sekitar Rp 1.200 per km hampir 5–6 kali lipat lebih mahal dari EV.
2. Biaya Perawatan: EV vs Mobil Konvensional
Mobil listrik punya lebih sedikit komponen bergerak dan tidak perlu ganti oli mesin. Ini berarti:
| Komponen | Mobil Bensin | Mobil Listrik |
|---|---|---|
| Oli Mesin | Ya (setiap 5.000 km) | Tidak perlu |
| Filter & Radiator | Ya | Minimal |
| Rem | Lebih cepat aus | Lebih awet (regenerative braking) |
| Servis Berkala | Rp 2–4 juta/tahun | Rp 500 ribu–1 juta/tahun |
Catatan: Estimasi biaya dan frekuensi berdasarkan praktik umum di Indonesia. Angka dapat berbeda tergantung merek, model, dan kebijakan bengkel resmi masing-masing pabrikan.
Menurut Hyundai Indonesia, biaya perawatan Ioniq 5 selama 5 tahun hanya ± Rp 3 juta, dibandingkan mobil bensin yang bisa mencapai Rp 15 juta ke atas.
3. Pajak dan Insentif Mobil Listrik
Pemerintah memberikan insentif cukup besar bagi pemilik EV di Indonesia:
- PPnBM 0% untuk mobil listrik murni
- Diskon pajak kendaraan (PKB) hingga 90% di beberapa daerah (seperti Jakarta dan Jawa Barat)
- Bebas ganjil-genap di DKI Jakarta
- Gratis biaya balik nama (BBNKB) di beberapa wilayah
Berdasarkan Pergub DKI Jakarta No. 3 Tahun 2020, kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dibebaskan dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) di wilayah DKI Jakarta sebagai bentuk insentif untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
4. Biaya Asuransi untuk Mobil Listrik
Karena teknologi dan nilai unitnya berbeda, mobil listrik membutuhkan asuransi yang sesuai. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
| Jenis Proteksi | Penting untuk EV? | Keterangan |
|---|---|---|
| Asuransi All Risk | Ya | Melindungi dari semua risiko kerusakan besar & kecil |
| Perlindungan Baterai | Ya | Komponen paling mahal pada mobil listrik |
| Tanggung Jawab Pihak Ketiga | Ya | Bila terjadi tabrakan yang merugikan orang lain |
| Evakuasi & Towing Khusus EV | Ya | Untuk kondisi mogok kehabisan daya atau error sistem |
Catatan: Fitur dan cakupan polis asuransi bisa berbeda tergantung penyedia layanan. Pastikan membaca dengan detail syarat dan ketentuan polis sebelum membeli, terutama untuk proteksi baterai dan layanan darurat kendaraan listrik.
Oona menyediakan perlindungan asuransi mobil yang kompatibel dengan EV, termasuk opsi perlindungan komprehensif dan bantuan darurat.
Kenapa Asuransi Mobil Listrik Itu Penting?
Sudah investasi besar di mobil listrik, tapi belum punya perlindungan yang tepat? Sayang banget. Mobil listrik memang hemat dalam jangka panjang, tapi biaya kerusakannya bisa sangat mahal kalau terjadi hal yang tidak diinginkan.
1. Baterai = Komponen Paling Mahal
Baterai adalah “jantung” EV. Sayangnya, ini juga komponen paling mahal untuk diganti atau diperbaiki.
- Biaya penggantian baterai bisa mencapai Rp 100 juta – Rp 300 juta tergantung merek dan kapasitas
- Tidak semua bengkel umum punya kemampuan untuk memperbaikinya
- Kerusakan karena kecelakaan, korsleting, atau banjir bisa langsung merusak modul baterai
Asuransi mobil listrik dengan perlindungan baterai akan membantu Anda menghindari biaya tak terduga ini.
2. Risiko Kecelakaan Tetap Sama (atau Lebih Besar)
Meskipun EV canggih dan punya fitur ADAS, risiko kecelakaan di jalan tetap ada:
- Pengemudi lain bisa ceroboh
- Jalan rusak, banjir, atau lampu mati
- Kerusakan fisik pada body aluminium atau kaca panoramic EV bisa sangat mahal
Sebagai gambaran, harga suku cadang bumper depan Hyundai Ioniq 5 secara internasional berkisar di angka US$250 (sekitar Rp 3,9 juta), belum termasuk biaya pengecatan dan pemasangan. Di Indonesia, total biaya perbaikan bumper bisa mencapai lebih dari Rp 10 juta tergantung tingkat kerusakan dan ketersediaan suku cadang.
Dengan asuransi All Risk, kerusakan besar maupun kecil bisa ditanggung sepenuhnya.
3. Tidak Semua Bengkel Bisa Tangani EV
Berbeda dengan mobil konvensional, EV memerlukan teknisi bersertifikasi. Jika Anda harus memperbaiki EV secara mandiri di bengkel umum:
- Biaya bisa lebih mahal karena spare part harus impor
- Tidak semua bengkel paham sistem listrik tegangan tinggi
- Risiko kesalahan pemasangan bisa lebih tinggi
Asuransi dari penyedia yang mengerti EV akan memastikan mobilmu dirujuk ke bengkel resmi atau rekanan yang kompeten.
4. Perlindungan dari Risiko Non-Teknis
Selain kerusakan, EV juga berisiko terhadap:
- Kehilangan akibat pencurian
- Kerusuhan atau bencana alam
- Kerusakan akibat banjir yang bisa langsung merusak sistem baterai bawah kendaraan
Data dari BNPB mencatat lebih dari 1.200 kejadian banjir di Indonesia selama tahun 2023, menjadikan banjir sebagai jenis bencana alam paling sering terjadi di tanah air.
Asuransi yang tepat akan memberikan perlindungan menyeluruh, bukan hanya saat Anda sedang berkendara.
5. Layanan Darurat
Apa yang terjadi kalau EV Anda kehabisan daya di tengah jalan?
- Tidak bisa sekadar “bawa jerigen” seperti mobil bensin
- Perlu layanan towing khusus EV
- Beberapa asuransi juga memberikan “mobile charging” sebagai bantuan darurat
Asuransi yang baik akan memberikan layanan darurat 24 jam, termasuk towing EV dan hotline bantuan.

