Perkembangan komputer kuantum mulai membuat industri teknologi global bergerak cepat menghadirkan sistem keamanan seluler quantum-safe. Teknologi ini dirancang untuk melindungi data pengguna smartphone dan jaringan 5G dari ancaman peretasan masa depan yang diprediksi mampu menembus sistem enkripsi konvensional.
Perusahaan teknologi besar seperti Google, Samsung, hingga Thales kini mulai mengintegrasikan post-quantum cryptography (PQC) ke dalam perangkat mobile dan infrastruktur jaringan modern. Android 17 bahkan disebut menjadi sistem operasi mobile pertama yang menerapkan perlindungan quantum-resistant secara menyeluruh pada bootloader, app signing, hingga sistem keamanan inti perangkat.
Ancaman utama yang diantisipasi adalah metode “Harvest Now, Decrypt Later”, di mana hacker menyimpan data terenkripsi saat ini untuk dibobol di masa depan menggunakan komputer kuantum yang jauh lebih kuat. Karena itu, banyak perusahaan mulai mempercepat migrasi menuju keamanan generasi baru sebelum ancaman tersebut benar-benar terjadi.
Di sektor telekomunikasi, Thales berhasil mendemonstrasikan teknologi quantum-safe pada jaringan 5G melalui pembaruan keamanan SIM dan eSIM tanpa perlu mengganti kartu fisik pengguna. Teknologi ini memungkinkan operator melakukan peningkatan perlindungan secara jarak jauh dan instan melalui sistem crypto agility.
Samsung juga ikut memamerkan chip keamanan post-quantum terbaru yang memenangkan penghargaan di CES 2026. Chip tersebut mengintegrasikan sistem operasi keamanan dari Thales dan diklaim mampu memberikan perlindungan data jangka panjang terhadap ancaman quantum computing.
Tak hanya smartphone, pengembangan keamanan quantum-safe juga menjadi fondasi penting menuju era jaringan 6G. Banyak analis memperkirakan teknologi ini akan menjadi standar baru industri komunikasi dalam beberapa tahun ke depan karena meningkatnya ancaman siber berbasis AI dan quantum computing.

