BYD Motors Indonesia mempersembahkan BYD M6 Cross yang dilengkapi teknologi Dual Mode (DM) sebagai alternatif solusi transportasi bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Kepala Hubungan Masyarakat dan Pemerintah PT BYD Motors Indonesia, Luther Panjaitan, menyatakan bahwa kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini dapat menjadi jawaban bagi konsumen di luar kota yang mencari mobil yang lebih ramah lingkungan.
“Kami mengamati bahwa ada banyak individu yang berkeinginan untuk beralih ke EV, tetapi masih ada kekhawatiran mengenai beberapa aspek yang belum terjawab oleh kendaraan EV yang ada saat ini, khususnya bagi konsumen di wilayah pedesaan dan luar kota,” ujarnya di Jakarta, pada Senin (18/5).
Ia menambahkan bahwa kendaraan dengan teknologi DM telah diterima dengan baik di pasar internasional, dengan lebih dari 7,5 juta unit yang telah didistribusikan kepada konsumen.
Model ini, menurutnya, dapat menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan kendaraan yang efisien di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Dinamika ekonomi saat ini, terutama lonjakan harga BBM, mengharuskan masyarakat untuk mencari kendaraan yang lebih hemat energi,” tuturnya.
“Kami percaya ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan DM sebagai solusi yang tepat untuk semua kondisi ini,” tambahnya.
Dia berpendapat bahwa BYD M6 Cross DM bisa menjadi jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan kendaraan yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.
“Saya yakin banyak orang, terutama di wilayah pedesaan, juga menunggu solusi pelengkap yang dapat memenuhi kebutuhan kendaraan ramah lingkungan. Mengingat mungkin mereka belum siap untuk beralih langsung ke EV, kendaraan ini adalah pilihan yang tepat,” jelasnya.
BYD M6 DM dilengkapi dengan mesin 1. 500 cc yang menghasilkan tenaga maksimum 72 kW dan torsi 125 Nm, serta motor Electric Hybrid System (EHS) 5. 0 yang dapat berputar hingga 15. 000 rpm.
Teknologi DM yang menggabungkan EV dan Hybrid memungkinkan pengendara untuk menggunakan kendaraan tersebut untuk jarak dekat maupun jauh dengan penggunaan energi yang efisien.
Motor listrik dan baterai berkapasitas besar menyediakan mayoritas energi yang diperlukan untuk menggerakkan kendaraan, sementara mesin berbahan bakar bensin berfungsi secara efisien untuk menciptakan energi saat diperlukan.
Sistem ini mampu mengombinasikan tenaga dari motor listrik dan mesin untuk meningkatkan efisiensi saat berkendara dengan kecepatan tinggi.

