Komputer superkonduktor independen generasi ketiga.

Komputer superkonduktor independen generasi ketiga.

Beijing (ANTARA) – Komputer kuantum superkonduktor generasi ketiga buatan China yang dikenal dengan nama “Origin Wukong”, kini telah dilengkapi dengan fitur kecerdasan buatan (AI), yang menunjukkan kemajuan signifikan dari tahap “operasional” ke “user-friendly” untuk kemampuan komputasi kuantum yang dikembangkan secara mandiri oleh China.

Dilansir oleh Science and Technology Daily pada Rabu (22/4), terobosan ini diumumkan oleh Laboratorium Utama Cip Komputasi Kuantum Provinsi Anhui yang berada di China timur, di mana kini kekuatan komputasi kuantum China dapat terhubung secara sistematis dengan ekosistem aplikasi AI untuk pertama kalinya.

“Integrasi antara komputasi kuantum dan AI adalah langkah krusial dalam revolusi komputasi generasi mendatang. Keterkaitan antara kedua bidang ini menawarkan cara baru untuk mengatasi batasan daya komputasi tradisional dan kekurangan teknologi,” ungkap Guo Guoping, Direktur Laboratorium Utama Cip Komputasi Kuantum Provinsi Anhui.

Untuk mendukung integrasi ini, tim peneliti telah meluncurkan berbagai alat AI kuantum, termasuk model pengetahuan kuantum besar bernama Origin Brain dan layanan QPanda3 Runtime MCP.

Origin Brain dibuat khusus untuk mendukung peneliti, pengajar, dan pengembang dalam komputasi kuantum, dengan menyediakan layanan pengetahuan yang cerdas, efisien, dan akurat, yang dapat mengurangi rintangan dalam proses pembelajaran dan penelitian bidang kuantum.

Sementara itu, QPanda3 Runtime MCP memungkinkan para pengguna untuk mengirimkan tugas dengan cara yang lebih alami dalam berkomunikasi, sehingga komputasi kuantum dapat “diakses sesuai kebutuhan” dan mempermudah penggunaan komputer kuantum secara signifikan, seperti yang dijelaskan dalam laporan Science and Technology Daily.

Origin Wukong 72-qubit adalah komputer kuantum superkonduktor yang dapat diprogram dan tersedia untuk diakses. Sejak peluncurannya pada Januari 2024, komputer ini telah menawarkan layanan komputasi kuantum kepada lebih dari 47 juta pengguna dari 163 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Ke depan, tim peneliti berencana untuk menyelidiki algoritma hybrid kuantum-AI di berbagai sektor, seperti energi, keuangan, dan industri, dengan harapan dapat memberikan dukungan yang lebih akurat dan efisien untuk pengambilan keputusan di area industri, tambah laporan tersebut.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *