Pengujian pengisian daya cepat BYD

Pengujian pengisian daya cepat BYD

Sesi tayangan langsung yang menguji teknologi pengisian daya cepat dari BYD telah menimbulkan perdebatan setelah suhu baterai tercatat mencapai 76 derajat Celsius selama proses pengisian daya ultra-cepat.

Carnewschina melaporkan pada Jumat (8/5) waktu setempat bahwa pengujian dilakukan oleh seorang blogger otomotif asal China, James Yu atau “Caishendao”, dengan mengisi daya SUV listrik Fang Cheng Bao Tai 3 dari 8 persen hingga 97 persen dari kapasitas baterai.

Sebuah sensor suhu yang dipasang di bagian tengah bawah battery pack mencatat suhu maksimum sebesar 76,42 derajat Celsius.

Sementara itu, data diagnostik kendaraan menunjukkan bahwa suhu pada terminal baterai berkisar sekitar 71 derajat Celsius.

Setelah ada perdebatan di media sosial, Caishendao menjelaskan bahwa kendaraan yang diuji merupakan pembelian sah dari dealer resmi BYD dan belum terdaftar pada saat pengujian.

Ia juga membantah klaim bahwa bagian battery pack pernah dibor atau dimodifikasi secara struktur.

Menurutnya, lima sensor suhu hanya ditempelkan pada permukaan sel baterai tanpa merubah struktur yang ada. Ia menyatakan bahwa sistem pendinginan cair tetap berfungsi selama pengujian dan bahwa proses pengisian tidak bisa dilakukan jika sistem pendingin gagal beroperasi.

Pengujian dilakukan dengan dua metode pengukuran, yaitu data suhu baterai dari sistem diagnostik kendaraan dan sensor suhu independen yang dipasang di beberapa lokasi pada battery pack.

Hasil pengukuran menunjukkan adanya perbedaan suhu antara titik terpanas dan terdingin mencapai 6,5 derajat Celsius selama proses pengisian.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa pembacaan sensor eksternal menunjukkan perbedaan yang lebih besar dibandingkan data dari kendaraan setelah kapasitas baterai mencapai sekitar 70 persen.

Caishendao menegaskan bahwa belum ada kesimpulan definitif mengenai degradasi baterai atau potensi risiko keselamatan dari pengujian ini.

Ia menyatakan bahwa pengujian tambahan pada tingkat sel baterai masih akan dilakukan.

Perdebatan tersebut kemudian menyebar di media sosial di China, di mana banyak orang meragukan apakah suhu setinggi itu bisa mempercepat degradasi battery atau meningkatkan bahaya dalam penggunaan pengisian cepat secara berulang.

Artikel tersebut juga membahas standar China GB/T 44500-2024 yang merekomendasikan batasan suhu untuk baterai lithium iron phosphate sebesar 65 derajat Celsius, meskipun standar ini belum menjadi kewajiban resmi.

Di samping itu, beberapa penelitian akademis yang diacu menunjukkan bahwa dekomposisi dan rekonstruksi lapisan SEI pada baterai lithium-ion umumnya dibahas pada kisaran suhu sekitar 80 sampai 120 derajat Celsius, yang tergantung pada komposisi kimia baterai dan kondisi pengujian.

Laporan ini menekankan bahwa suhu yang diukur adalah suhu permukaan baterai, bukan suhu inti internal dari sel baterai.

Tidak ada data suhu internal sel yang telah diverifikasi secara independen dari kendaraan yang diuji tersebut.

Sementara itu, BYD belum memberikan pengumuman mengenai perubahan spesifikasi pengisian daya setelah perdebatan ini muncul.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *