Perusahaan teknologi Xiaomi memperluas kehadirannya di sektor otomotif global dengan mendirikan pusat penelitian dan pengembangan baru di Munich, Jerman.
Menurut laporan Carnewschina pada Minggu (26/4) waktu setempat, kehadiran fasilitas ini menunjukkan tujuan perusahaan untuk memasuki pasar kendaraan listrik (EV) di Eropa mulai tahun 2027.
Pusat R&D di Munich ini memiliki sekitar 50 karyawan yang dipimpin oleh Rudolf Dittrich, yang sebelumnya terlibat dalam proyek mobil balap BMW M4 GT3.
Sementara itu, Claus-Dieter Groll, yang juga merupakan mantan pegawai BMW, memimpin divisi dinamika kendaraan.
Groll diketahui telah bekerja pada beberapa model BMW, termasuk Seri 3, Seri 4, Z4, X5, X6, dan X7. Sejumlah insinyur yang sebelumnya berkarier di BMW, Porsche, Mercedes-Benz, hingga Lamborghini juga dilaporkan bergabung dalam tim ini.
Fokus utamanya adalah pada kendaraan berperforma tinggi, desain yang premium, dinamika berkendara, serta teknologi otomotif mutakhir.
Model pertama yang melibatkan tim Eropa adalah YU7 GT, versi performa dari SUV YU7.
Model ini diprediksi akan diluncurkan pada akhir Mei.
Xiaomi belum mengungkapkan spesifikasi lengkap dari YU7 GT, namun perusahaan menempatkan model ini sebagai bagian dari inisiatif mereka untuk memasuki segmen EV yang lebih berkinerja tinggi dan premium.

