Alva telah meluncurkan Alva Studio Indy Bintaro, yang juga menjadi tempat dengan jumlah charging station atau fasilitas pengisian baterai terbanyak di Indonesia, yakni 21 konektor.
Inisiatif ini merupakan bagian dari rencana ekspansi Alva untuk memperluas aksesibilitas dan memperkuat jaringan mobilitas listrik di area dengan aktivitas harian yang tinggi. Alva Studio Indy Bintaro dirancang sebagai pusat terintegrasi di mana konsumen dapat mengenal dan menilai motor listrik secara langsung. Di tempat ini, pengunjung dapat mencoba test ride, mengakses layanan servis resmi, serta memanfaatkan fasilitas pengisian daya gratis di Boost Charge Station dalam satu lokasi.
Purbaja Pantja, Chief Executive Officer ALVA, menyatakan bahwa peluncuran Alva Studio di Tangerang Selatan merupakan tanggapan terhadap potensi penerimaan kendaraan listrik di daerah tersebut.
“Tangerang Selatan yang memiliki mobilitas urban yang sangat aktif. Melalui Alva Studio Indy Bintaro, kami menyajikan pengalaman ekosistem yang komprehensif, mulai dari produk, layanan purna jual, hingga 21 konektor pengisian daya di tempat yang memudahkan dan memberi kenyamanan bagi pengguna untuk beralih ke kendaraan listrik,” jelas Purbaja dalam siaran pers yang dirilis pada hari Kamis (7/5/2026).
Di ALVA Studio Indy Bintaro, konsumen dapat mencoba berbagai produk Alva, termasuk One XP, Cervo Series, dan model teranyar N3 Next Gen. Model ini dilengkapi dengan Baterai Generasi Terbaru, dengan garansi baterai selama empat tahun, serta mampu menempuh jarak hingga 140 km dalam satu pengisian.
Teknologi Boost Charge memungkinkan pengisian dari level 10% hingga 50% dalam waktu kurang dari 25 menit.
Skema Kepemilikan Alva
Selain itu, untuk meningkatkan akses kepemilikan, Alva juga menawarkan skema Bebas Pas, khusus untuk model Alva N3 Next Gen. Dengan skema ini, konsumen bisa mendapatkan motor listrik dengan biaya berlangganan mulai dari Rp 125. 000 per bulan, menggunakan sistem pembayaran berdasarkan jarak tempuh.
Skema ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin memiliki fleksibilitas dalam biaya sekaligus kemudahan dalam bertransisi ke kendaraan listrik.

