Zuckerberg Akuisisi Startup Robot Humanoid

Zuckerberg Akuisisi Startup Robot Humanoid

Perusahaan yang dimiliki Mark Zuckerberg, Meta, secara resmi telah mengakuisisi Assured Robot Intelligence (ARI), sebuah startup pengembang robot humanoid yang berlokasi di California, Amerika Serikat. Dalam sebuah pernyataan kepada TechCrunch, Meta mengindikasikan bahwa akuisisi ini merupakan langkah perusahaan dalam mengembangkan teknologi robot yang bisa memahami perilaku manusia. Kami telah mengambil alih Assured Robot Intelligence, sebuah perusahaan terdepan dalam bidang kecerdasan robotik yang dirancang agar robot dapat memahami, meramalkanserta beradaptasi dengan perilaku manusia di berbagai situasi yang rumit dan selalu berubah,” kata juru bicara Meta, seperti yang dilaporkan oleh KompasTekno pada hari Senin (4/5/2026). Angka akuisisi ini tidak diungkapkan oleh Meta. Perusahaan yang merupakan induk dari WhatsApp, Facebook, dan Instagram ini juga belum menjelaskan produk apa yang akan dikembangkan dari akuisisi tersebut.

Yang pastisemua anggota tim ARI, termasuk para pendirinya, dikabarkan akan bergabung dengan divisi AI Meta (Superintelligence Labs) untuk memperkuat penelitian dan pengembangan robot humanoid.

Langkah ini menunjukkan bahwa Meta sedang mempersiapkan untuk mengembangkan robot humanoid yang menjadi bagian dari perkembangan ekosistem kecerdasan buatan (AI) mereka. Meta memang sudah dikenal telah melakukan investasi besar dalam bidang AI, termasuk pengembangan perangkat seperti kacamata pintar.

Robot humanoid dianggap sebagai langkah yang lebih ambisius, karena dapat membuat AI tidak hanya hadir dalam bentuk digital, tetapi juga mampu melaksanakan tugas fisik di dunia nyata.

Bersaing dengan Elon Musk hingga Amazon

Masuknya Meta ke dalam ranah ini membuat persaingan menjadi semakin ketat. Startup AI milik Elon Musk, xAI, juga sedang mengembangkan teknologi yang serupa. Musk bahkan berpendapat bahwa robot humanoid berpotensi menjadi “produk paling berharga sepanjang sejarah” dan bisa mendorong Tesla menjadi perusahaan bernilai triliunan dolar AS. Selain itu, Amazon dilaporkan juga ikut bersaing dengan mengakuisisi perusahaan robot humanoid bernama Fauna pada Maret 2026.

Tidak hanya perusahaan dari Barat, sejumlah pengembang di China juga mulai menciptakan robot humanoid untuk keperluan rumah tangga.

Meskipun persaingan mulai meningkat, diperkirakan kehadiran robot humanoid di rumah-rumah pengguna masih akan memerlukan waktu cukup lamaBerbagai tantangan, termasuk aspek teknologi, biaya, serta masalah privasi dan penerimaan pengguna terhadap perangkat otonom, masih menghantui.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *