Pembalap MotoGP Minta Regulasi Pencopotan Lapisan Visor Helm Diperketat

Pembalap MotoGP Minta Regulasi Pencopotan Lapisan Visor Helm Diperketat

Permasalahan terkait tear-off pada helm pembalap MotoGP sudah muncul beberapa kali. Oleh karena itu, MotoGP berencana untuk memperketat aturan mengenai pencopotan lapisan visor helm atau tear-off. Sebagai informasi, tear-off pada helm pebalap merupakan lapisan plastik yang menutupi visor. Ketika visor menjadi kotor dan mengganggu pandangan pebalap, mereka dapat dengan mudah melepasnya untuk mendapatkan visibilitas yang lebih baik.

Walaupun terlihat hanya sebagai plastik tipis, sayangnya, tindakan melepas tear-off di lintasan dapat menimbulkan masalah.

Kejadian pertama terjadi pada Jack Miller di MotoGP Emilia Romagna 2020. Dia harus menghentikan balapannya lebih cepat karena tear-off yang dimiliki Fabio Quartararo terhisap ke dalam filter udara motornya.

Selanjutnya, insiden kedua menimpa Marc Marquez pada MotoGP Australia 2024, yang disebabkan oleh tear-off miliknya sendiri. Dia melepas tear-off menjelang start, namun hal itu membuatnya tersangkut di ban belakang motornya.

Ketika ia bersiap untuk start, ban tersebut mengalami spin akibat tear-off itu. Ini membuat awal balap Marc tidak berjalan sempurna.

Kejadian terbaru dialami Marco Bezzecchi pada MotoGP Spanyol 2026, terkait tear-off milik Alex Marquez. Alex melepaskan tear-off di tikungan terakhir dan kemudian tersangkut di winglet motornya Bezzecchi. Saat bersiap di grid, tear-off itu jatuh dan terjebak di ban belakangnya, yang juga mengganggu start Bezzecchi.

“Kita perlu memperbaiki situasi ini karena kita sudah membahasnya di awal tahun ini. Awalnya, tujuannya hanya untuk menghindari tear-off terlepas di grid, namun seperti yang kalian amati, itu belum cukup,” ujar Marc, sebagaimana dilansir dari Motorsport. com, Sabtu (2/5/2026). “Kita perlu menentukan lokasi di mana pebalap bisa melepas tear-off. Akan sangat membantu jika mereka diminta melepasnya di lintasan lurus, contohnya dari tikungan 5 menuju tikungan 6, agar bisa mencegah masalah sebelum masuk ke tikungan terakhir. Ini benar-benar sebuah kecelakaan,” tambah Marc.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *