Xiaomi sedang mempersiapkan sistem operasi terbarunya, HyperOS 4, dan informasi terbaru memperlihatkan rincian baru tentang desain Liquid Glass yang akan digunakan di sistem ini.
Menurut laporan dari XimiTime, pada Selasa (9/6), informasi terbaru ini berasal dari sumber bocoran teknologi, Digital Chat Station (DCS).
DCS mengatakan bahwa sistem baru ini menerapkan desain interaksi dengan medan cahaya yang inovatif dan menyediakan fitur seperti pemilihan warna adaptif berbasis AI serta elemen visual yang menyerupai kaca.
Sumber bocoran ini juga mencatat bahwa antarmuka sistem mungkin tidak jauh berbeda pada pandangan awal, tetapi laporan menunjukkan bahwa elemen estetika telah mengalami peningkatan yang signifikan.
Dari bocoran yang beredar, ada kemungkinan bahwa Xiaomi tidak sepenuhnya merombak HyperOS dari awal.
Sebaliknya, perusahaan tampaknya sedang menyempurnakan antarmuka yang ada dengan menambahkan kedalaman, transparansi, efek pencahayaan, penyesuaian warna, dan elemen visual yang lebih halus.
Salah satu aspek paling penting dari informasi tersebut adalah pemilihan warna adaptif berbasis AI. Jika fitur ini benar-benar ada, maka HyperOS 4 dapat menganalisis wallpaper, latar belakang, atau elemen antarmuka lainnya, dan secara otomatis memilih warna sistem yang paling cocok.
Fitur semacam ini sebenarnya telah diperkenalkan dalam sistem operasi Android standar ketika Google meluncurkan Android 12 pada tahun 2021.
Bagi pengguna, ini dapat menghasilkan pengalaman antarmuka pengguna yang lebih alami dan personal. Layar kunci, widget, pusat kontrol, dan aplikasi sistem dapat terlihat lebih terhubung secara visual daripada terpisah sebagai elemen antarmuka yang berbeda.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa Xiaomi HyperOS 4 mungkin akan diluncurkan sekitar bulan Juli atau Agustus, dengan fase pengujian beta diharapkan berlangsung sebelum peluncuran versi stabil. Dua seri yang mungkin akan menjadi pengguna perdana sistem operasi ini adalah seri Xiaomi 17 dan seri Xiaomi Redmi K90.

