Sebuah inovasi yang membanggakan muncul dari sektor pendidikan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sekelompok remaja dari SMA 3 Bahasa Putera Harapan (Puhua School) telah berhasil merancang “E-Cak”, sebuah becak listrik yang kreatif dan menggabungkan teknologi yang ramah lingkungan untuk menghadapi tantangan zaman dalam bidang transportasi tradisional.
Proyek ambisius ini dilakukan oleh tim yang terdiri dari enam pelajar yang dipimpin oleh Joseph Jefferson Setyako. Proyek ini dipamerkan dalam acara Forum Nasional Sekolah 3 Bahasa di seluruh Indonesia yang berlangsung di Purwokerto pada hari Sabtu (25/4), dan menunjukkan bahwa siswa dari daerah mampu memberikan solusi teknologi yang bermanfaat bagi masalah sosial dan lingkungan.
Misi Sosial: Membantu Pengemudi Lansia
Konsep pengembangan E-Cak berawal dari keprihatinan siswa terhadap keberadaan becak tradisional yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman. Selain itu, mereka juga mengeksplorasi beban fisik yang ditanggung oleh para pengemudi becak yang umumnya berasal dari kalangan lanjut usia.
“Kami menyaksikan banyak pengemudi becak yang telah berusia lanjut. Melalui inovasi ini, kami berharap dapat mengurangi beban fisik mereka sekaligus membantu menekan polusi udara dengan menggunakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan,” kata Joseph. E-Cak dirancang tidak untuk menggantikan nilai-nilai transportasi rakyat, melainkan untuk memodernisasi agar lebih efisien. Inovasi ini menjadi penghubung antara mempertahankan moda transportasi tradisional dan memenuhi permintaan akan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Spesifikasi Teknis dan Performa
Meski dirakit oleh siswa, kemampuan E-Cak tergolong cukup mengesankan untuk ukuran kendaraan listrik kecil. Becak listrik ini dapat melaju dengan kecepatan maksimum antara 30 hingga 40 kilometer per jam. Dengan sekali pengisian daya, kendaraan ini dapat menempuh jarak antara 10 hingga 15 kilometer dengan kapasitas angkut maksimal 150 kilogram, yang mencakup pengemudi dan penumpang.
Dalam aspek pengisian daya, E-Cak menawarkan kemudahan. Pengisian menggunakan listrik standar membutuhkan waktu sekitar enam jam. Tim juga menambahkan panel surya sebagai alternatif sumber energi. Meskipun panel surya berfungsi sebagai pelengkap, fitur ini dapat mengisi daya hingga 80 persen dalam waktu kurang lebih 10 jam, tergantung pada intensitas sinar matahari. Sebagai tindakan pencegahan, becak ini juga dapat dioperasikan secara manual dengan cara dikayuh jika baterainya kosong.

