Android mampu mengidentifikasi penelepon yang berpura-pura menjadi kontak pengguna

Android mampu mengidentifikasi penelepon yang berpura-pura menjadi kontak pengguna

Google memperkenalkan berbagai fitur baru untuk perangkat Android menjelang peluncuran sistem operasi Android 17, yang direncanakan akan dirilis pada akhir tahun ini.

Menurut laporan dari Engadget pada Selasa (2/6) waktu setempat, pembaruan ini mencakup fitur pengecekan panggilan penipuan, kecerdasan buatan (AI) pada Google Photos dan Google Play Books, serta pembaruan untuk Circle to Search dan Quick Share.

Dalam pengumumannya, Google meluncurkan fitur deteksi panggilan palsu yang lebih canggih melalui aplikasi Google Phone.

Fitur ini akan memberikan notifikasi kepada pengguna jika ada penelepon yang menjadikan kontak dari daftar pengguna sebagai kedok.

Ketika baik penelepon maupun penerima memakai Google Phone, perangkat dari penelepon akan secara diam-diam mengirim sinyal verifikasi dan secara langsung untuk memverifikasi bahwa panggilan berasal dari perangkat penerima.

Verifikasi ini menggunakan teknologi Rich Communication Services (RCS) yang terenkripsi secara end-to-end, sehingga menjaga privasi pengguna.

Jika aplikasi tidak mendapatkan sinyal verifikasi, sistem akan memberikan notifikasi kepada pengguna untuk segera mengakhiri panggilan, yang mungkin adalah tindakan penipuan.

Fitur deteksi panggilan palsu ini dapat digunakan pada perangkat Android versi 12 ke atas yang menggunakan aplikasi Google Phone. Selain itu, Google mengembangkan akses aplikasi Personal Safety untuk anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun.

Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat menampilkan informasi medis dan kontak darurat di layar kunci ponsel mereka serta mengaktifkan fitur keselamatan seperti deteksi kecelakaan kendaraan.

Dalam aspek produktivitas dan hiburan, Google menambahkan kemampuan AI baru pada Google Photos dan Google Play Books.

Google Photos kini memiliki fitur “Wardrobe” yang memungkinkan aplikasi mengenali dan mengatur pakaian yang pernah dikenakan pengguna dalam gambar. Fitur ini juga dapat membantu pengguna mencoba pakaian secara virtual.

Saat ini, Wardrobe tersedia untuk beberapa perangkat di Amerika Serikat, India, dan Brasil yang menggunakan Android 10 atau versi lebih baru.

Sementara itu, Google Play Books kini dilengkapi dengan fitur AI yang dapat memberikan informasi tambahan berdasarkan teks yang dipilih pengguna serta merangkum bacaan yang sedang dinikmati.

Fitur AI di Google Play Books sudah mulai diluncurkan untuk berbagai judul buku berbahasa Inggris.

Google juga memperbarui fitur Circle to Search. Jika sebelumnya fitur ini hanya dapat mengenali satu objek dalam gambar, kini bisa mendeteksi dan mencari beberapa objek sekaligus dalam satu gambar.

Untuk berbagi file, Quick Share kini diperluas ke lebih banyak perangkat Android. Fitur ini memudahkan pengguna Android untuk berbagi file, termasuk dengan perangkat Apple yang menggunakan AirDrop.

Selain itu, Google telah memperbarui Emoji Kitchen di aplikasi keyboard Gboard. Pembaruan ini memungkinkan pengguna untuk menggabungkan lebih banyak variasi emoji untuk menciptakan stiker dan ekspresi baru.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *